Menu Close

Sabtu, tanggal 17 April 2021 kemarin FK Uhamka bekerja sama dengan J-MICA (Japanese Medical International Collaborative Assembly), yaitu suatu asosiasi perkumpulan fakultas kedokteran di Jepang, mengadakan webinar ilmiah internasional yang berjudul “Basic and applied traumatology : What medical students and doctors need to learn”. Pertemuan ilmiah yang dihadiri sekitar 179 patisipan ini juga didukung oleh organisasi Asosiasi Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan Muhammadiyah (APKKM) menghadirkan pembicara dari kedua negara Indonesia dan Jepang. Dua dari enam pembicara di antaranya dari Indonesia diwakili oleh Dr.dr. Achmad Hidayat, SpB (Dosen FK Uhamka) dan dr.Corona Rintawan, SpEM (Stafus BNPB). Sedangkan pembicara dari Jepang diwakili oleh ahli bedah yang berasal dari Gunma University School of Medicine dan Jikei University School of Medicine dengan sub spesialistik di bidang Hepatobilliary-pancreas, Neurosurgery, Spine and orthopaedic surgery dan Plastic and reconstructive surgery.

Pada kesempatan tersebut, Board Chairman dari kedua organisasi turut memberikan sambutan. Dari JMICA diwakili oleh Prof. Yoshikatsu Eto, MD & PhD dan Prof. Yuichiro Yamashiro, MD & PhD. Sementara itu dari APKKM sambutan di lakukan oleh Prof. Em Sutrisna, MD, M.Kes, PhD dan Dr. dr Wawang S Sukarya SpOG(K), MARS, MHKes selaku dekan FK Uhamka. Sesi pembukaan ini di pandu oleh Prof Takashi Yashiro, MD, PhD yang juga merupakan visiting Proffesor di FK Uhamka.

Tujuan diselenggarakannya pertemuan ilmiah internasional ini adalah untuk mendukung program pertukaran ilmu pengetahuan dan mahasiswa FK antara kedua negara. Pada acara webinar yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam ini banyak membahas tentang update manajemen trauma baik secara general untuk dokter dan mahasiswa kedokteran maupun manajemen trauma spesialistik dan sub spesialistik. Webinar ini di bagi menjadi dua sesi dengan dimoderatori oleh dr. Fahad Hasan, SpB (Dosen FK Uhamka). Diskusi berlangsung cukup menarik dan komunikatif pada sesi tanya jawab, baik antara partisipan dengan pembicara maupun diskusi antar pembicara. Sedikit kendala pada sinyal suara tetapi hanya berlangsung sebentar dan tidak mengganggu jalannya acara tanya jawab. Webinar internasional ini juga mendapat dukungan dari organisasi profesi PABI JAYA (Persatuan Ahli Bedah Indonesia) dan IDI Jakarta.

T

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *