Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) baru saja menyelenggarakan webinar series dengan tema “Demam Berdarah Dengue (DBD) Peningkatan Kesadaran dan Tindakan Pencegahan DBD dalam Masyarakat”. Acara ini menghadirkan narasumber dr. Hafidz Muhammad Prodjokusumo, Sp.Rad, seorang dosen FK UHAMKA yang memiliki keahlian dalam bidang radiologi dan penyakit tropis.
Dalam webinar ini, dr. Hafidz menjelaskan secara mendetail tentang pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD. Ia memaparkan bahwa DBD masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, terutama di daerah-daerah tropis yang rawan dengan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama penularan penyakit ini.
Dr. Hafidz menguraikan berbagai gejala DBD, mulai dari demam tinggi yang mendadak, nyeri sendi dan otot, hingga manifestasi yang lebih parah seperti perdarahan dan syok. Ia juga menekankan pentingnya tindakan pencegahan, seperti menjaga kebersihan lingkungan, menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan menaburkan larvasida.
Selain itu, dr. Hafidz juga memberikan penjelasan tentang peran teknologi radiologi dalam mendeteksi komplikasi yang mungkin timbul akibat DBD, seperti efusi pleura dan pembesaran organ. Ia menekankan pentingnya diagnosis dini dan penanganan yang tepat untuk mengurangi angka kematian akibat DBD.
Webinar ini dihadiri oleh 74 peserta yang terdiri dari mahasiswa, tenaga medis, dan masyarakat umum. Mereka sangat antusias mengikuti setiap sesi dan aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab.
Dalam penutupan acara, dr. Hafidz mengajak semua peserta situs toto untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan terus meningkatkan kesadaran akan bahaya DBD. “Pencegahan adalah kunci utama dalam memerangi DBD. Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan saling mengingatkan pentingnya tindakan pencegahan,” ujar dr. Hafidz.
Webinar series ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Kedokteran UHAMKA untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.