Pandemi Novel Coronavirus /Covid-19

Penulis : Dr dr Gea Pandhita SpS MKes

( Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka,  Epidemiologi Klinis, Spesialis Neurologi)

Covid-19 telah dinyatakan sebagai pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Berdasarkan laporan WHO dan situs resmi milik Kemenkes , maka data sampai 29 Maret 2020 adalah :

(1) Ditemukan sebanyak 571.678  kasus nCoV yg terkonfirmasi di seluruh dunia dengan jumlah negara yang terjangkit sebanyak 197 negara
a. Di Indonesia terdapat kasus 1155 Covid-19 yang terkonfirmasi positif
b. Jumlah kasus yg terkonfirmasi lebih kecil daripada jumlah orang yg terinfeksi, krn bbrp orang yg terinfeksi masih dlm masa inkubasi, belum menampakkan gejala klinis
c. Masa inkubasi sekitar 2-14 hari (rata-rata 5,2 hari). Masa inkubasi adlh periode wkt mulai dr kuman masuk ke dlm tubuh sampai timbul tanda & gejala penyakit. Pd masa inkubasi belum tampak tanda & gejala klinis.

(2) Angka transmission rate infeksi nCoV diperkirakan sebesar 2-4.
a. Angka ini menunjukkan setiap satu orang yg terinfeksi nCoV dpt menyebarkan kpd 2-4 orang lain yg rentan.
b. Apabila wabah ini tdk ditangani baik, dg angka Transmission Rate sekitar 2 saja, kemungkinan jumlah orang yg terinfeksi akan bertambah menjadi dua kali lipat dlm wkt sekitar 6 hari.
c. Apabila ternyata angka transmission rate lbh tinggi, semakin cepat pertambahan jumlah orang yg terinfeksi.
d. Vaksinasi adlh salah satu usaha yg akan bnyk membantu menurunkan transmission rate infeksi nCoV. Penelitian vaksin ini sdg berjalan. Diharapkan dpt segera terealisasi, krn kode genetik virus nCoV sdh diketahui.
e. Pengobatan yg adekuat thd infeksi nCoV jg akan banyak membantu menurunkan transmission rate. Diharapkan metode pengobatan yg adekuat dpt segera ditemukan.

(3) Beberapa penelitian mengungkapkan bhw seseorang yg sdh terinfeksi nCoV namun belum menampakkan tanda dan gejala klinis, diketahui dpt menularkan kpd orang lain.
a. Apabila hal tersebut bnyk tjd, akan semakin sulit mengendalikan penyebaran penyakit, & akan semakin tinggi tingkat penularan infeksi nCoV.

(4) Angka fatality rate infeksi Novel Coronavirus diperkirakan sebesar 2%.
a. Angka ini menunjukkan tdpt 2 kasus kematian setiap 100 kasus yg terdeteksi
b. Angka tersebut mrpkn perhitungan sementara berdasarkan data yg tercatat saat ini, shg kemungkinan besar akan berubah
c. Angka tersebut jg dpt berubah mengikuti kemampuan virus tsb bermutasi.
d. Bbrp penelitian memprediksi angka fatality rate infeksi nCov dpt mencapai 6,5%.

Konsekuensi dari data-data epidemiologis tersebut adalah :
(1) Sampai dg ditemukannya vaksin & tersedianya pengobatan yg adekuat, kita hrs mengandalkan pendekatan intervensi nonfarmakologis. Antara lain: usaha2 mengurangi kontak (misalnya dg monitoring gejala klinis pd populasi yg rentan, kebijakan isolasi, & karantina)
(2) Karantina kontak dpt membantu mengendalikan penyebaran infeksi, tp hrs dilakukan analisis kelayakan (terkait lokasi, konsekuensi sosial, dll)
(3) Penting diperhatikan utk selalu menjaga higienitas (terutama mencuci tangan), meningkatkan kekebalan tubuh (olah raga, makan sehat), mencegah penularan (etika batuk & bersin), menjaga makanan sll halal & baik (aman & sehat), serta menghindari hewan atau produk hewan yg berisiko terinfeksi.

“If we fail to prepare, we are preparing to fail”

(1) Kesiapsiagaan sangat penting utk mencegah wabah nCoV semakin meluas; mencegah tjdnya epidemi global (pandemi) nCoV.
(2) Jangan mengangap remeh, harus memperhitungkan bgmn potensi penyebaran & kemugkinan tingkat keparahan infeksi nCoV.
(3) Kesiapsiagaan bukan berarti panik, tp hrs waspada & membuat langkah2 antisipasi.
(4) Perlu kerjasama yg baik dr semua pihak, tdk saling menyalahkan, tp saling memberi masukan & bersedia menerima masukan, utk tujuan kemaslahatan & kebaikan bersama.

 

Beberapa pesan & kebiasaan Rasulullah dlm menjaga kesehatan, a.l:
(1) Sesungguhnya Allah itu suci yg menyukai hal2 yg suci, Dia Maha Bersih yg menyukai kebersihan
(2) Sepuluh perkara merupakan fitrah (… antara lain): bersiwak (menyikat gigi), membersihkan lubang hidung dg air, memotong kuku, mencuci tangan termasuk sela jari, & beristinja’ (membersihkan setelah BAK & BAB)
(3) Kebiasaan Rasulullah apabila bersin: meletakkan tangannya atau kain bajunya pd mulutnya & beliau rendahkan suaranya atau beliau tutupi suaranya
(4) Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang utk meniup (minuman) di dlm wadah air minum (kuatir mjd media penularan penyakit)
(5) Jika kalian mendengar ada wabah penyakit di suatu daerah, mk kalian jangan memasuki daerah tsb; Dan jika wabah tsb mengenai suatu daerah & kalian berada di dalamnya, mk janganlah kalian keluar dr daerah tsb (apabila blm ada metode perlindungan pencegahan penularan yg memadai).

Dari berbagai sumber, a.l:
– https://www.worldometers.info/coronavirus/#age
– https://docs.google.com/…/1QP5vM62ctnMRYdkQ4J5IqaOmB3…/edit…
– https://sph.hku.hk/…/…/press-releases2020/Wuhan-20200127.pdf
– https://www.pnas.org/content/pnas/114/15/4023.full.pdf

Leave a Reply