Seminar Daring : Menilik Sars Cov2 Dari Sisi Agama, Biomolekular dan Epidemiologi

 

Pada 11 Februari 2020, Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan nama resmi untuk penyakit yang menyebabkan wabah coronavirus novel 2019, yang pertama kali diidentifikasi di Wuhan Cina. Nama baru penyakit ini adalah penyakit coronavirus 2019, disingkat COVID-19. Dalam COVID-19, ‘CO’ adalah singkatan dari ‘corona,’ ‘VI’ untuk ‘virus,’ dan ‘D’ untuk penyakit. Sebelumnya, penyakit ini disebut sebagai “2019 novel coronavirus” atau “2019-nCoV”.

Sampai dengan tanggal 29 April 2020,  WHO telah melaporkan bahwa terdapat 2,995,758 kasus yang terkonfirmasi positif Covid 19, dengan jumlah kematian 204,987 di seluruh dunia. Pandemi ini berlangsung secara global , ditemukan pada 213 negara. Di Indonesia sendiri, pada tanggal yang sama berdasarkan situs resmi gugus tugas percepatan penanganan covid dilaporkan jumlah kasus positif adalah sebanyak 9771 orang. Walaupun ada berita baik yakni terdapat peningkatan jumlah kasus yang sembuh yakni sebanyak 1391 orang, namun demikian masih ditemui jumlah pasien yang meninggal akibat virus ini adalah sebanyak 784 orang. Pandemi ini juga berlangsung di seluruh negeri, dimana hampir semua provinsi melaporkan temuan adanya kasus Covid19, dan DKI Jakarta adalah yang terbanyak.

Untuk itu, kapabilitas menghadapi kasus Covid19  harus terus dikembangkan. Salah satunya melalui edukasi dan sosialisasi tentang Covid-19 kepada masyarakat di kalangan akademik dan masyarakat umum. Sehubungan dengan hal tersebut FK Uhamka ingin berpartisipasi dengan mengadakan seminar daring tentang pandemi ini ditinjau dari berbagai segi yakni segi molekular, agama dan epidemiologi dengan narasumber para dosen di lingkungan FK Uhamka yang kompeten sesuai bidangnya masing-masing.

 

Leave a Reply